Tahu Gejrot berasal dari Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Kuliner ini mulai muncul pasca kemerdekaan sebagai solusi ekonomi masyarakat setempat. Awalnya, banyak warga desa yang bekerja di pabrik tahu milik warga keturunan Tionghoa. Seiring waktu, mereka mulai membuka usaha sendiri dengan memanfaatkan tahu gembos (tahu kopong) yang diolah dengan bumbu minimalis namun segar, sesuai dengan ketersediaan bahan di desa.
Nama "Gejrot" memiliki beberapa versi sejarah unik. Versi pertama menyebutkan nama ini berasal dari kebiasaan penjual menuangkan air gula merah dari botol kaca ke atas piring tanah liat (layah), yang saat dikocok keluar berbunyi "Jrot... jrot...". Versi lain mengatakan nama itu berasal dari sensasi cairan bumbu yang "muncrat" di mulut saat tahu kopong tersebut digigit (digejrot).
Tahu Gejrot berkembang dari jajanan desa menjadi fenomena urban di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Keunikannya terletak pada kesederhanaannya: tidak ada daging, tidak ada santan, hanya tahu dan bumbu dasar. Namun justru itulah kekuatannya. Tahu Gejrot menjadi simbol ketahanan pangan rakyat kecil yang mampu menciptakan kenikmatan dari bahan yang paling murah sekalipun.
Tahu Gejrot ꦠ¹ꦲꦸꦒꦼꦗꦿꦺꦴꦠ꧀
Jajanan sederhana berbahan tahu sumedang/tahu pong goreng yang dipotong-potong, lalu disiram kuah asam manis pedas dari gula merah, bawang, dan cabai rawit hijau yang diulek kasar.
Makna Filosofis
"Tahu Gejrot mengajarkan "Kesederhanaan yang Kaya Rasa". Penampilannya sangat bersahaja dan harganya murah, namun rasanya sangat kaya (pedas, asam, manis, gurih). Ini mencerminkan karakter masyarakat Cirebon (dan rakyat kecil Indonesia umumnya) yang mungkin hidup dalam kesederhanaan materi, namun memiliki kekayaan hati, semangat, dan "rasa" persaudaraan yang kuat."
Jejak Sejarah
Resep Tradisional
Resep Tahu Gejrot Pedas
Bahan Utama
-
10 buah
Tahu Pong -
1 sdm
Kecap Manis -
1 sdm
Kecap Asin -
2 sdm
Asam Jawa -
3 sdm
Gula Merah -
0.5 gelas
Air -
secukupnya
Minyak Goreng -
4 siung
Bawang Merah -
2 siung
Bawang Putih -
9 buah
Cabai Rawit -
secukupnya
Garam
Cara Membuat
Goreng tahu kopong atau tahu sumedang yang sudah disiapkan.
Sambil menunggu tahu matang, rebus air bersamaan dengan gula merah, kecap manis, kecap asin, dan air asam jawa sampai mendidih.
Ulek bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan garam.
Siram bumbu yang sudah diulek dengan sedikit minyak goreng panas.
Letakkan tahu yang sudah digoreng di atas cobek lalu aduk rata dengan bumbu yang sudah diulek.
Siram bumbu yang sudah mendidih ke atas tahu yang sudah bercampur dengan bumbu.
Tahu gejrot sudah siap disantap~
Tahukah Anda?
Wadah penyajian Tahu Gejrot yang otentik wajib menggunakan piring kecil dari tanah liat (cobek kecil/layah). Penggunaan tanah liat ini bukan sekadar estetika, tetapi dipercaya menjaga aroma bawang putih dan cabai rawit mentah tetap segar dan tidak teroksidasi secepat jika menggunakan piring plastik atau melamin. Selain itu, tusuk gigi atau lidi kecil selalu menjadi alat makannya.
Informasi Sajian
- Waktu Masak 15–20 menit
- Kalori ~110kkal/100g
- Rasa Dominan Pedas, Manis, Asam
Kuliner Lainnya
Suka Kuliner Ini?
Simpan ke favorit atau bagikan pengalamanmu mencicipi Rendang.