Sejarah sate memiliki akar yang kuat di pulau Jawa, khususnya Ponorogo, Jawa Timur, pada abad ke-15. Secara etimologi lokal, kata 'Sate' diyakini berasal dari dialek Jawa Ponoragan yakni 'Sak Biting' yang berarti satu tusuk lidi. Konon, hidangan ini awalnya adalah makanan para Warok (ksatria Ponorogo) pada masa kepemimpinan Batoro Katong. Namun, dalam konteks perdagangan global, teknik memasak ini juga merupakan adaptasi brilian masyarakat Jawa terhadap masakan Kebab yang dibawa oleh pedagang Muslim dari Gujarat dan Arab yang mulai masuk ke Nusantara, di mana daging ditusuk dan dipanggang api terbuka.
Dari asalnya di Jawa, sate mengalami penyebaran masif ke seluruh Nusantara, terutama melalui perantau Madura yang terkenal ulet. Sate Madura kemudian menjadi varian yang paling ikonik dan mendominasi persepsi publik tentang sate di Indonesia. Perbedaan geografis menciptakan ribuan variasi; di Jawa, sate identik dengan bumbu kacang dan kecap manis, sementara di Bali muncul Sate Lilit, dan di Padang hadir Sate Padang dengan kuah kental kuning atau merah. Sate bertransformasi dari makanan ningrat menjadi jajanan jalanan (street food) yang sangat merakyat.
Jejak sate melampaui batas negara Indonesia sejak abad ke-19. Para imigran Jawa dan Melayu membawa resep ini ke Malaysia, Singapura, dan Thailand (dikenal sebagai Satay). Lebih jauh lagi, melalui jalur kolonial Hindia Belanda, sate dibawa ke Afrika Selatan oleh komunitas Melayu Cape dan berevolusi menjadi 'Sosatie'. Di Belanda, sate menjadi menu wajib dalam 'Rijsttafel' dan sangat populer di kalangan warga Belanda hingga hari ini, menjadi bukti pengaruh kuliner Indonesia yang mendunia.
Sate Ayam ꦱꦠꦺꦄꦪꦩ꧀
Potongan daging ayam yang ditusuk dengan lidi atau bambu, dibakar di atas arang, lalu disajikan dengan siraman bumbu kacang yang gurih manis atau bumbu kecap.
Makna Filosofis
"Sate mengandung filosofi mendalam tentang 'Persatuan yang Menguatkan'. Potongan daging yang kecil-kecil melambangkan individu atau elemen masyarakat yang beragam dan terpisah-pisah. Tusuk lidi atau bambu (sujen) berperan sebagai prinsip atau pemimpin yang lurus dan kuat, yang menyatukan potongan-potongan tersebut menjadi satu kesatuan yang kokoh agar tidak tercerai-berai saat dibakar. Proses pembakaran di atas arang melambangkan ujian kehidupan yang mematangkan, sementara bumbu kacang yang melumuri seluruh permukaan menyimbolkan harmoni dan rasa manis yang menyatukan perbedaan menjadi kenikmatan bersama."
Jejak Sejarah
Resep Tradisional
Resep Sate Ayam Madura Bumbu Kacang
Bahan Utama
-
2 buah
Ayam Fillet -
0.5 sdt
Micin -
2 sdm
Kecap Manis -
2 sdm
Saus Kacang -
250 gram
Kacang Tanah -
10 butir
Kemiri -
5 buah
Cabai Merah Besar -
5 siung
Bawang Putih -
10 siung
Bawang Merah -
0.25 sdt
Garam -
1 sdt
Micin -
2 sdm
Gula Merah -
2 sdm
Kecap Manis -
80 gram
Minyak Goreng -
secukupnya
Bawang Goreng
Cara Membuat
Goreng kacang hingga kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
Blender semua bahan saus kacang.
Pindahkan ke wajan dan masak hingga saus kacang pecah minyak (tekstur minyak terpisah dengan kacangnya) dengan api kecil.
Potong-potong ayam kurang lebih 1,5 cm dan bumbui dengan micin, aduk hingga tercampur rata.
Tusuk ayam dengan tusukan Sate. Sisihkan.
Oleskan bahan baluran pada sate sebelum dipanggang. Panggang di grill pan/ teflon/alang selama10 menit atau hingga sate matang.
Sate ayam siap disajikan bersama dengan bumbu kacang dan taburan bawang goreng atau bawang merah sliced.
Tahukah Anda?
Indonesia tercatat memiliki keragaman sate yang luar biasa. Berdasarkan penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM), terdapat setidaknya 252 jenis sate yang berbeda di seluruh Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai rumah sate terbesar di dunia. Selain itu, Sate Ayam memiliki tempat spesial dalam diplomasi kuliner; hidangan ini adalah salah satu makanan favorit masa kecil mantan Presiden AS Barack Obama saat tinggal di Jakarta, yang ia sebutkan secara khusus dengan frasa ikonik 'Sate... Enak!' saat berkunjung kembali ke Indonesia pada tahun 2010.
Informasi Sajian
- Waktu Masak 60–90 menit
- Kalori ~220kkal/100g
- Rasa Dominan Manis, Gurih, Smokey (Asap)
Kuliner Lainnya
Suka Kuliner Ini?
Simpan ke favorit atau bagikan pengalamanmu mencicipi Rendang.