Rawon adalah salah satu hidangan tertua yang tercatat dalam sejarah kuliner Nusantara. Keberadaannya terlacak dalam Prasasti Taji (901 M) dari era Kerajaan Mataram Kuno yang ditemukan di Ponorogo, Jawa Timur. Dalam prasasti tersebut, disebutkan hidangan bernama "Rarawwan" yang dihidangkan untuk para tamu dalam upacara penetapan sima (tanah bebas pajak). Hal ini membuktikan bahwa rawon sudah menjadi hidangan istimewa sejak lebih dari 1000 tahun lalu.
Pada masa Kerajaan Majapahit, rawon terus menjadi menu penting dalam hajat-hajat besar kerajaan maupun rakyat. Penggunaan "kluwek" sebagai bumbu utama menunjukkan tingginya pengetahuan masyarakat Jawa kuno dalam mengolah bahan pangan, mengingat biji kluwek mentah sebenarnya mengandung racun asam sianida dan harus difermentasi terlebih dahulu sebelum bisa dijadikan bumbu masak yang aman dan lezat.
Meskipun berakar dari tradisi kuno, popularitas rawon modern mulai meledak pada paruh pertama abad ke-20, ditandai dengan banyaknya warung rawon legendaris yang berdiri sejak tahun 1940-an di Surabaya dan Malang. Kini, rawon tidak hanya menjadi identitas Jawa Timur, tetapi juga diakui dunia internasional sebagai salah satu sup daging terbaik dengan cita rasa "earthy" dan "nutty" yang tidak ditemukan di masakan negara lain.
Rawon ꦫꦮꦺꦴꦤ꧀
Sup daging sapi berkuah hitam pekat yang khas, warnanya berasal dari buah kluwek (Pangium edule), disajikan dengan tauge pendek dan sambal terasi.
Makna Filosofis
"Rawon mengajarkan filosofi "Jangan menilai buku dari sampulnya". Tampilannya yang hitam legam, keruh, dan mungkin terlihat kurang menggugah selera bagi orang asing, menyimpan kekayaan rasa yang luar biasa lezat di dalamnya. Ini melambangkan karakter manusia Jawa Timur yang mungkin terlihat keras dan blak-blakan di luar (seperti warna hitam rawon), namun memiliki hati yang hangat, tulus, dan kaya akan nilai persaudaraan di dalamnya."
Jejak Sejarah
Resep Tradisional
Resep Rawon Daging Sapi Khas Jawa Timur
Bahan Utama
-
500 gram
Daging Sapi -
2 liter
Air -
4 lembar
Daun Jeruk -
2 batang
Sereh -
2 lembar
Daun Salam -
3 sdm
Minyak Goreng -
4 butir
Kluwek -
1 sdm
Gula Merah -
secukupnya
Garam -
secukupnya
Micin -
8 siung
Bawang Merah -
4 siung
Bawang Putih -
5 butir
Kemiri -
1 sdt
Ketumbar Bubuk -
1 cm
Kunyit -
1 cm
Jahe -
1 cm
Lengkuas
Cara Membuat
Potong daging sapi sesuai selera, cuci bersih dan tiriskan. Haluskan semua bumbu halus.
Panaskan minyak goreng dan tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, dan daun salam hingga harum dan matang.
Masukkan potongan daging sapi, aduk hingga daging berubah warna.
Tuangkan air, tambahkan gula merah, garam, dan Sasa Bubuk MSG. Masak dengan api kecil hingga daging empuk dan bumbu meresap, sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Cicipi rasa dan atur sesuai dengan preferensi.
Angkat dan sajikan rawon daging sapi bersama nasi putih hangat, tauge pendek, telur asin, dan Sasa Sambal Terasi. Tambahkan taburan bawang goreng dan kerupuk udang untuk sensasi yang lebih nikmat.
Tahukah Anda?
Pada tahun 2024, Rawon dinobatkan sebagai "Sup Terenak di Dunia" (Best Rated Soup in the World) oleh panduan kuliner internasional TasteAtlas, mengalahkan Tonkotsu Ramen dari Jepang dan Tom Kha Gai dari Thailand. Kekuatan rasa kluwek yang unik (sering dideskripsikan sebagai rasa gurih, sedikit pahit, dan berlemak seperti kacang) menjadi kunci kemenangan ini.
Informasi Sajian
- Waktu Masak 120–150 menit
- Kalori ~120kkal/100g
- Rasa Dominan Gurih, Berempah (Kluwek)
Kuliner Lainnya
Suka Kuliner Ini?
Simpan ke favorit atau bagikan pengalamanmu mencicipi Rendang.