Jejak sejarah nasi goreng di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari pengaruh budaya Tionghoa yang masuk ke Nusantara berabad-abad silam melalui jalur perdagangan. Konsep memasak nasi goreng bermula dari kebiasaan warga Tiongkok yang memiliki prinsip pantang membuang makanan sisa, namun juga tidak suka menyantap nasi yang sudah dingin. Oleh karena itu, nasi sisa semalam diolah kembali dengan cara digoreng menggunakan wajan panas agar hangat, enak, dan layak dikonsumsi kembali.
Ketika para perantau Tiongkok menetap di Nusantara, resep asli nasi goreng mengalami akulturasi yang kuat dengan lidah lokal dan ketersediaan rempah setempat. Adaptasi terbesar yang menjadikan nasi goreng Indonesia unik adalah penggunaan 'kecap manis' (produk fermentasi kedelai dengan gula kelapa) dan 'terasi' (udang fermentasi). Kedua bahan ini memberikan warna cokelat gelap karamelisasi dan aroma gurih yang khas, membedakannya secara tegas dari nasi goreng gaya Tiongkok atau 'Yangzhou' yang cenderung berwarna pucat.
Seiring berjalannya waktu, nasi goreng berevolusi menjadi hidangan nasional yang sangat cair definisinya, memiliki ribuan variasi regional dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari Nasi Goreng Jawa yang manis, Nasi Goreng Merah khas Makassar yang menggunakan saus tomat, hingga Nasi Goreng Kambing yang kaya rempah Timur Tengah. Popularitasnya yang melintas batas kelas sosial menjadikannya ikon kuliner Indonesia yang diakui dunia, bahkan secara resmi ditetapkan sebagai satu dari lima 'Makanan Nasional Indonesia' oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2018.
Nasi Goreng ꦤꦱꦶꦒꦺꦴꦫꦺꦁ
Sajian nasi yang digoreng dalam wajan dengan minyak goreng, margarin, atau mentega, biasanya dibumbui dengan kecap manis, bawang merah, bawang putih, asam jawa, lada, dan bahan lainnya.
Makna Filosofis
"Nasi goreng mengandung filosofi mendalam tentang 'menghargai berkah' dan 'kreativitas dalam keterbatasan'. Ia lahir dari semangat pragmatis untuk tidak menyia-nyiakan nasi sisa (rejeki), yang kemudian diubah menjadi sajian istimewa melalui kreativitas peracikan bumbu. Selain itu, nasi goreng menyimbolkan sifat masyarakat Indonesia yang inklusif dan adaptif (melting pot); sajian ini mampu menerima berbagai macam tambahan bahan—mulai dari telur, ayam, sosis, pete, hingga kambing—dan menyatukannya dalam satu wajan (harmoni) tanpa menghilangkan jati diri rasa aslinya."
Jejak Sejarah
Resep Tradisional
Resep Nasi Goreng Kampung Spesial
Bahan Utama
-
400 gram
Nasi Putih -
2 buah
Sosis -
1 butir
Telur Ayam -
100 gram
Ayam Suwir -
2 lembar
Sawi Hijau -
5 siung
Bawang Merah -
2 siung
Bawang Putih -
1 butir
Kemiri -
5 buah
Cabai Merah Keriting -
3 buah
Cabai Rawit -
0.5 sdt
Saos Tiram -
0.5 sdt
Micin -
0.5 sdt
Garam -
secukupnya
Kecap Manis
Cara Membuat
Haluskan Bumbu: Bawang Merah,Bawang Putih, Kemiri, Cabai Merah, Cabai Rawit. Panaskan Minyak secukup nya masukkan bumbu yang sudah di haluskan masak sampai wangi.
Jika bumbu sudah harum masukkan aneka topping seperti Telur,Sosis,Sawi masak sampai bumbu tercampur.
Masukkan Nasi putih tambahkan seasoning Garam,Mecin,Saos Tiram, Kecap manis aduk sampai merata dengan api besar agar tercium aroma smooky. Jika sudah matang angkat dan Nasi Goreng Kampung siap disajikan.
Tahukah Anda?
Pada tahun 2017, CNN International menobatkan Nasi Goreng sebagai Makanan Terenak Nomor 2 di Dunia dalam daftar 'World's 50 Best Foods', tepat satu peringkat di bawah Rendang. Selain itu, Nasi Goreng dikenal sebagai 'kuliner pemersatu' karena fleksibilitasnya; ia adalah satu-satunya hidangan yang lazim disantap sebagai sarapan, makan siang, makan malam, hingga makan tengah malam (supper), dan dapat ditemukan mulai dari gerobak kaki lima hingga hotel bintang lima.
Informasi Sajian
- Waktu Masak 20–30 menit
- Kalori ~250kkal/100g
- Rasa Dominan Gurih, Manis, Pedas
Kuliner Lainnya
Suka Kuliner Ini?
Simpan ke favorit atau bagikan pengalamanmu mencicipi Rendang.