Sop buntut memiliki sejarah unik yang menjembatani kuliner kaki lima dan hotel bintang lima. Awalnya, ekor sapi dianggap sebagai bagian "sisa" atau limbah penyembelihan yang hanya dikonsumsi rakyat kelas bawah karena harganya murah. Rakyat mengolahnya menjadi sup dengan rempah yang kuat untuk menutupi bau amis, menjadikannya jajanan populer di sekitar Lapangan Banteng, Jakarta, pada era 1950-an hingga 1960-an.
Transformasi sop buntut menjadi hidangan elit terjadi pada tahun 1973. Kala itu, manajemen Hotel Borobudur Jakarta melihat potensi jajanan pinggir jalan ini. Setelah melalui eksperimen resep untuk standar internasional, Sop Buntut Bogor Cafe di Hotel Borobudur diluncurkan dan meledak di pasaran. Pejabat negara dan tamu asing berbondong-bondong mencicipinya, seketika mengubah status sop buntut dari makanan "wong cilik" menjadi hidangan mewah yang bergengsi.
Keberhasilan tersebut memicu tren nasional di mana restoran-restoran besar di seluruh Indonesia mulai memasukkan sop buntut ke dalam menu andalan mereka. Varian pun berkembang, mulai dari sop buntut kuah, sop buntut goreng, hingga sop buntut bakar. Kini, sop buntut diakui sebagai salah satu "Comfort Food" kelas atas Indonesia yang harganya seringkali menjadi tolak ukur mahalnya sebuah restoran.
Sop Buntut ꦱꦺꦴꦥ꧀ꦧꦸꦤ꧀ꦠꦸꦠ꧀
Hidangan sup mewah yang terbuat dari potongan ekor sapi yang dimasak hingga sangat empuk dalam kuah kaldu bening berempah pala dan cengkeh, dilengkapi potongan wortel dan kentang.
Makna Filosofis
"Filosofi sop buntut adalah "Penghargaan terhadap segala hal". Ia mengajarkan kita untuk tidak meremehkan apa yang tampak tidak berharga (bagian ekor/sisa). Dengan perlakuan yang tepat, kesabaran (memasak lama), dan kreativitas, sesuatu yang dianggap limbah bisa berubah menjadi sesuatu yang paling berharga dan dicari banyak orang. Ini juga simbol kesetaraan, bahwa kenikmatan rasa tidak mengenal kasta sosial."
Jejak Sejarah
Resep Tradisional
Resep Sop Buntut Bakar Rempah
Bahan Utama
-
1.5 kg
Ekor Sapi -
12 siung
Bawang Putih -
1.5 sdm
Merica Putih Utuh -
5 iris
Pala -
7 biji
Cengkeh -
8 siung
Bawang Merah -
8 siung
Bawang Putih -
3 tangkai
Seledri -
4 tangkai
Daun Bawang -
3 buah
Tomat -
0.75 sdt
Gula Pasir -
secukupnya
Kentang -
secukupnya
Wortel
Cara Membuat
Langkah pertama untuk membuat sop buntut adalah didihkan air lalu masukkan buntut sapi, rebus hingga setengah mendidih, kemudian angkat dan tiriskan.
Setelah setengah direbus baru cuci dan bersihkan buntut sapi dengan air dingin mengalir.
Setelah dicuci bersih, tambahkan air dingin secukupnya untuk merebus buntut sapi dengan api kecil. Rebus sampai mendidih kembali.
Sembari menunggu, kamu bisa haluskan bawang putih bersama merica, setelah halus dilanjutkan dengan menumis dengan minyak secukupnya.
Jika warna bumbu sudah agak cokelat muda, tuangkan dua gelas air lalu didihkan hingga mendidih.
Kemudian tuang dengan disaring ke dalam kuah buntut yang sudah mendidih. Langkah ini bisa disesuaikan dengan selera, jika ingin tidak disaring tidak masalah.
Tambahkan irisan pala, cengkeh dan daun bawang serta seledri yang sudah disimpulkan. Sebaiknya seledri dimasukkan utuh dan tidak diiris tipis-tipis. Lalu tambahkan garam dan penyedap. Angkat seledri yang sudah layu, buang dan rebus buntut sapi sampai empuk.
Agar menambah aroma, kamu bisa goreng bawang merah bawang putih yang sudah diiris tipis, goreng hingga kecokelatan.
Remas-remas dan taburkan ke dalam kaldu dan tambahkan gula pasir. Jangan lupa untuk merasakan sop buntut dan menambah bumbu sesuai seleramu jika perlu.
Jika sudah hidangkan sop buntut dengan irisan tomat, kentang , wortel dan daun bawang. Nikmati sop buntut selagi hangat.
Tahukah Anda?
Sop Buntut pernah menjadi alat diplomasi kuliner yang efektif. Konon, permintaan ekor sapi di Indonesia seringkali melebihi pasokan domestik, sehingga Indonesia harus mengimpor ekor sapi dalam jumlah besar dari Australia dan Selandia Baru khusus untuk memenuhi hasrat kuliner ini. Di negara asalnya, ekor sapi seringkali hanya dijadikan pakan ternak atau dibuang, namun di tangan koki Indonesia, ia bernilai ekonomi tinggi.
Informasi Sajian
- Waktu Masak 150–180 menit
- Kalori ~250kkal/100g
- Rasa Dominan Gurih, Segar, Berempah
Kuliner Lainnya
Suka Kuliner Ini?
Simpan ke favorit atau bagikan pengalamanmu mencicipi Rendang.