Rendang
Yogyakarta TERVERIFIKASI

Gudeg ꦒꦸꦣꦼꦒ꧀

Ikon kuliner Yogyakarta berupa olahan nangka muda (gori) yang dimasak perlahan dengan santan, gula merah, dan aneka rempah daun jati hingga berwarna cokelat gelap dan manis.

Makna Filosofis

"Gudeg mengajarkan filosofi "Nrimo ing pandum" (ikhlas menerima) dan kesabaran. Proses memasaknya yang memakan waktu seharian penuh untuk mengubah nangka muda yang keras dan bergetah menjadi hidangan yang empuk dan manis adalah simbol dari transformasi diri melalui kesabaran. Rasa manisnya melambangkan harapan akan kehidupan yang manis dan sejahtera, serta keharmonisan di mana berbagai bahan murah (nangka) bisa bersanding setara dengan lauk mewah (ayam/telur) dalam satu piring."

Jejak Sejarah

Legenda populer mengaitkan kelahiran gudeg dengan proses pembukaan hutan (Babad Alas) Mentaok untuk pembangunan pusat kerajaan Mataram Islam pada akhir abad ke-16. Hutan tersebut dipenuhi pohon nangka dan kelapa. Para prajurit dan pekerja yang kelaparan mencoba mengolah nangka muda yang keras dengan santan kelapa dalam kuali logam besar untuk konsumsi massal.
Proses memasak dalam jumlah raksasa tersebut mengharuskan pengadukan terus-menerus menggunakan alat pengaduk besar menyerupai dayung perahu. Dalam bahasa Jawa, teknik mengaduk ini disebut "Hangudek". Dari istilah inilah nama masakan tersebut perlahan dikenal sebagai "Gudeg". Awalnya merupakan makanan rakyat jelata dan prajurit karena bahannya yang murah, gudeg perlahan naik kasta menjadi hidangan yang disukai kaum ningrat keraton.
Seiring waktu, gudeg berkembang menjadi identitas tak terpisahkan dari Yogyakarta. Muncul berbagai varian seperti Gudeg Basah yang disajikan dengan kuah santan areh, dan Gudeg Kering yang dimasak lebih lama hingga berwarna cokelat tua kemerahan dan sangat awet. Varian kering inilah yang kemudian menjadi komoditas oleh-oleh legendaris yang bisa dibawa pelancong hingga ke luar kota tanpa basi.

Resep Tradisional

Resep Gudeg Jogja Komplit

Bahan Utama

  • 250 gram
    Nangka Muda
  • 4 butir
    Telur Ayam
  • 3 buah
    Sayap Ayam
  • 3 buah
    Ceker Ayam
  • 5 lembar
    Daun Salam
  • 5 cm
    Lengkuas
  • 0.5 buah
    Gula Merah
  • 1 sdm
    Penyedap Rasa
  • 200 ml
    Santan
  • 250 ml
    Air Kelapa
  • secukupnya
    Air
  • 6 siung
    Bawang Merah
  • 3 siung
    Bawang Putih
  • 3 butir
    Kemiri
  • 1 sdm
    Ketumbar Bubuk

Cara Membuat

1

Tata Daun salam dan lengkuas dibagian bawah panci, lalu masukkan nangka muda, sayap ayam, telur rebus, dan ceker ayam.

Persiapan Bumbu
2

Haluskan bumbu

Persiapan Bumbu
3

Masukkan bumbu halus dan gula merah kadalam panci

Persiapan Bumbu
4

Tambahkan santan, air kelapa, dan penyedap rasa. Pastikan semua bahan terendam, jika tidak terendam tambahkan air.

Persiapan Bumbu
5

Masak dengan api kecik 2 - 3 jam sampai air menyusut.

Persiapan Bumbu

Angkat dan sajikan.

Hasil Akhir Rendang

Tahukah Anda?

Meskipun dikenal sebagai makanan basah bersantan, Gudeg Kering asli bisa bertahan hingga 3 hari di suhu ruangan tanpa bahan pengawet kimia. Rahasianya terletak pada teknik "slow cooking" tradisional yang bisa memakan waktu hingga 24 jam di atas tungku kayu bakar, serta penggunaan daun jati yang berfungsi sebagai pewarna alami sekaligus pengawet alami.

Informasi Sajian

  • Waktu Masak 6–8 jam
  • Kalori ~130kkal/100g
  • Rasa Dominan Manis, Gurih

Kuliner Lainnya

Jawa Barat (Cirebon)

Tahu Gejrot : ꦠ¹ꦲꦸꦒꦼꦗꦿꦺꦴꦠ꧀

Lihat Detail
Maluku & Papua

Papeda : ꦥꦥꦺꦣ

Lihat Detail
Kalimantan Selatan

Soto Banjar : ꦱꦺꦴꦠꦺꦴꦧꦚ꧀ꦗꦂ

Lihat Detail
Indonesia (Umum)

Bakso : ꦧꦏ꧀ꦱꦺꦴ

Lihat Detail
Jawa Timur

Rawon : ꦫꦮꦺꦴꦤ꧀

Lihat Detail
Bali

Ayam Betutu : ꦄꦪꦩ꧀ꦧꦼꦠꦸꦠꦸ

Lihat Detail
Sumatera Barat

Rendang : ꦉꦤ꧀ꦝꦁ

Lihat Detail
DKI Jakarta

Soto Betawi : ꦱꦺꦴꦠꦺꦴꦧꦼꦠꦮꦶ

Lihat Detail
Indonesia (Umum)

Sop Buntut : ꦱꦺꦴꦥ꧀ꦧꦸꦤ꧀ꦠꦸꦠ꧀

Lihat Detail
Sulawesi Selatan

Coto Makassar : ꦕꦺꦴꦠꦺꦴꦩꦏꦱ꧀ꦱꦂ

Lihat Detail

Suka Kuliner Ini?

Simpan ke favorit atau bagikan pengalamanmu mencicipi Rendang.

Web hosting by Somee.com